Sabtu, 20 September 2014

Kadang menginginkan sesuatu yang berlebihan itu menyakitkan. Padahal hanya berharap sedikit untuk mendapatkan hak, namun setelah terjawab dan tak sesuai, tetap saja batin menangis.
Entah apa yang di pikirkan,, walaupun tahu akan resiko nya, tetap saja di dambakan. Mendambakan sesuatu yang nihil itu sia sia. Wanita selayak nya di beri kelembutan, bukan kekasaran. Wanita selayak nya mendapatkan perhatian bukan di acuhkan.
Mungkin banyak wanita yang rela begini begitu, untuk menyenangkan pasangan nya. Tapi pasangan tak tahu, mungkin tak pernah mau tau bagaimana cara menyenangkan sang wanita.
Wanita menangis bukan karena dia lemah, namun itu adalah cara meluapkan emosi, dan membuat nya tenang. Apakah egois? Saat wanita menangis? Siapa yang egois?

Berbicara tak di anggap
Tak salah namun bersalah
tapi apakah kau merasa?
atau sekedar berniat untuk merasakan ?
pilu amat pilu
acuhmu membuat bunga layu
bahagia mu kuberikan
senyumku , entah kapan kau lukiskan
apa kah ego merasuk dirimu..
atau diriku
dulu kau bagai madu
kini jiwamu bagai batu
laku mu membuat gugur hatiku
ya Allah ,, Yang maha membolak balikan hati
sabarkanlah aku
tabahkan, luluhkan hati nya

Kamis, 18 September 2014

Rimba meRimba

Rimba yang merimba 
Rimba hijau menakutkan 
Terlihat sungguh liar 
aku ada disana 
Di guyur deras air 
Lindu pun seakan murka 
Menggoncangku menuju jurang 
Gelap dalam seram 
Dalam rimba ku menangis 
Aku ingin pulang 
kembali di sayang 
tapi, Pengembara tak jua datang 
aku geram merasa resah 
Ku cari jalan setapak 
Namun nihil yang kudapat 
Wahai sang maha penemu jalan 
Datangkan ia, sang pengembara.. 
Rimba yang merimba 
Ku lalui detik demi detik nya 
Tetap saja langkah tak ku dengar 
Aku memang harus menunggu sadar 
dan tetap dalam sabar 
Namun aku tunggal di tengah rimba 
Berkawan awan tumbuhan binatang 
Teriakpun ia tak mendengar 
aku basah dalam luapan asa 
Ya Maha penyelamat.. 
Jadikan rimbamu naungan yang hebat. 
karana aku tak kuat.