Sabtu, 23 Agustus 2014

Hidup seharusnya untuk dinikmati,, bukan untuk  di takuti. Pasangan hidup harus nya untuk membuat hati tenang, bukan menambah perasaan gundah.
Aku percaya dengan kepercayaan yang sebetulnya tak terlalu rumit untuk di jalani, semua akan baik-baik saja, namun saat ku jalani ternyata rumit bukan karna tidak percaya tapi rumit karena takut itu.
Masa panjang yang telah terajut dan berjalan sejauh ini tak mungkin berakhir begitu saja, proses menjalin nya itu sulit. Maka ku coba terus berjalan, takkan ada jalan buntu. karena aku yakin di setiap jalan buntu ALLAH SWT akan membuatkan jalan yang lebih baik lagi.
Dengan alasan itu, aku terus melaju sampai apa yang ku mau ku temui di perjalanan ku. Namun tetap rasa takut terus membuntuti hati dan fikiran. 
Aku tak mngerti, bagaimana dia bisa setenang ini, sedang diriku saja terlalu lambat berjalan untuk menghadapi nya, mencoba untuk terus menyanggupi. Tapi lagi lagi takut takut dan takut terus menyapa di setiap tikungan.
Ya benar saja itu selalu menghantui jalanku. Saat aku telah menikmati indahnya alam di sekeliling jalan, mudah nya jalan yang ku lalui, Selalu ada tikungan yang berhadiahkan ketakutan.
Takut akan kehilangan, takut akan kepergian.
Aku akan terus mencoba tenang dengan rasa itu.. berharap ALLAH SWT pasti akan memberikan kebahagiaan di akhir jalanku nanti

Rabu, 13 Agustus 2014

MALAM

Malam masih hidup,
hidup sendiri,
yang lain mati,
Malam ini inginkanku menjaganya 
namun aku tak bisa, aku ingin mati
agar hidup sebelum mentari pagi. Mati cepat di malam ini,
tapi, nyawa malam masih ingin ku menjaganya.
Aku tak mau hidup selama ini,
aku letih dan ingin mati,
malam ini sungguh tak bisa mengerti
akupun ingin menikmatimu malam, tak hanya menjagamu.
Kau berteman bulan dan bintang.
tapi aku hanya hidup seorang.
apa aku harus menanti pagi?
lalu kau pergi, dan aku mati.
Heii aku bukan kelelawar.
Yang hidup terbalik
Lepaskanku untuk tak menjagamu
Malam, semoga kau panjang.
agar matiku didalam dirimu, lebih panjang dari hidupku..